Senin, 11 April 2011

Masturbasi Bermanfaat untuk Penderita Gangguan Tidur

Sao Paulo, Brasil, Masturbasi biasanya sering dilakukan pria untuk melampiaskan keinginan seksualnya. Tapi bagi orang yang mengalami gangguan tidur sindrom kaki gelisah, masturbasi bisa menjadi obat mujarab untuk penyakitnya.

Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome (RLS) menyebabkan kaki tidak mau berhenti bergerak meski sedang tidur. Gerakannya bermacam-macam, mulai dari menendang-nendang hingga terus menerus berganti posisi dari menyilang ke kiri pindah ke kanan sepanjang malam.

Selain itu, penderita sindrom gangguan tidur ini biasanya juga merasakan sensasi tidak menyenangkan pada tungkai bawah seperti kesemutan, sakit dan gatal.

Sindrom ini biasanya muncul saat tidur memasuki fase Rapid Eye Movement (REM) sehingga menyebabkan penderitanya tidak bisa tidur nyenyak. Sekalipun tidak disadari, tubuh membutuhkan energi yang tidak sedikit untuk menggerakkan kaki sehingga wajar jika merasakan letih saat bangun tidur.

Penyebab pasti RSL belum diketahui, tetapi otopsi dan pencitraan otak menemukan bahwa ketidakseimbangan hormon dopamin bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Meskipun obat-obatan yang meningkatkan dopamin dapat mengurangi RLS ketika diminum pada sebelum waktu tidur, tapi beberapa orang dengan kondisi RLS baru bisa menemukan bantuan sepenuhnya setelah masturbasi atau melakukan hubungan seks.

Luis Marin dan rekan-rekannya di Federal University of Sao Paulo, Brasil, berspekulasi bahwa pelepasan dopamin (hormon yang membuat orang merasa bahagia) yang terkait dengan orgasme mungkin memainkan peran dalam pengentasan gejala RLS, seperti dilansir Medindia, Sabtu (2/4/2011).

Menurutnya, orgasme merupakan salah satu cara untuk melepaskan banyak hormon dopamin ke dalam tubuh.

Peningkatan dopamin sementara dapat bertindak sama dengan obat yang menyerupai hormon, yaitu memberikan bantuan untuk mengurangi gejala kaki gelisah sehingga membuat penderita RLS dapat tidur lebih nyenyak.

Hasil temuan ini telah dilaporkan pada Sleep Science.

Alasan Kenapa Orang Butuh Tidur

Banyak orang yang belum menyadari pentingnya tidur sehingga waktu tidur yang disediakan sekedarnya saja. Sebenarnya ada alasan penting kenapa orang butuh tidur.

Profesor Chris Idzikowski selaku direktur Sleep Assessment And Advisory Service menuturkan ada dua teori yang menjelaskan mengapa seseorang membutuhkan tidur, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (11/4/2011) yaitu:


  1. Manusia membutuhkan tidur untuk menghemat energi, meskipun aktivitas otak tetap tinggi selama tidur tapi aktivitas fisiknya minimum sehingga bisa menghemat energi di tubuh. Selain itu suhu tubuh saat tidur diturunkan sebanyak 1-2 derajat celsius sehingga bisa meningkatkan metabolisme tubuh.
  2. Tidur adalah suatu kegiatan yang bisa memberi kesempatan bagi otak untuk menata kembali memori, sedangkan bagi tubuh bisa memberikan waktu untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Jika seseorang mengalami kekurangan tidur maka dampak yang jelas akan berhubungan dengan fungsi dari bagian otak korteks serebral, yaitu daerah otak yang terlibat dalam proses konsentrasi, ucapan, memori dan cara berpikir fleksibel serta inventif.

"Konsentrasi dan memori adalah fungsi pertama yang menderita ketika kita kekurangan tidur, seperti mudah marah, tidak bisa fokus, kadang timbul halusinasi dan akan menjadi bahaya besar," ujar Prof Idzikowski.

Saat tidur seseorang akan melewati beberapa tahap mulai dari non-REM (rapid eye movement) hingga akhirnya bisa mencapai tahap tidur REM. Pada tahap non REM detak jantung menurun, pernapasan melambat, otot rileks, darah mengalir lebih mudah melalui tubuh, hormon tidur (melatonin) dirangsang dan hormon tiroid juga dirilis.

Sedangkan selama tahap REM ada peningkatan aktivitas otak dan suhu, mata bergerak cepat, otot berkedut dan tekanan darah, jantung serta pernapasan mulai menunjukkan variasi yang lebih cepat.

Untuk itu sebaiknya seseorang jangan menyepelekan waktu tidur, karena mendapatkan tidur yang cukup bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan mengurangi risiko beberapa penyakit.

Jumat, 08 April 2011

Mozilla Firefox 4.0 sudah di release

wah..wah.. wah.. sepertinya saya ketinggalan nih.. ternyata Mozilla Firefox 4.0 sudah lama di rilis.. padahal saya belum sempet coba2 yang RC1 dan RC2..
Tapi ya sudahlah.. langsung saja download firefoxnya biar browsing kita makin mantabh... :-D